-
Archives
- April 2010
- March 2010
- February 2010
- November 2009
- October 2009
- September 2009
- August 2009
- July 2009
- June 2009
- May 2009
- April 2009
- March 2009
- February 2009
- January 2009
- December 2008
- November 2008
- October 2008
- September 2008
- August 2008
- July 2008
- June 2008
- May 2008
- April 2008
- March 2008
- February 2008
- January 2008
- December 2007
-
Meta
Tag Archives: puisi
catatan bulu angsa
:/ana mustamin tulislah catatan baru agar ku lepas rinduku padamu lingkarkanlah kalammu bagi setiap lentik bulu mataku aku selalu rindu seperti juga kau tulis di nafasmu yang memburu ke palung jauh sesekali memutarlah kala kau cium aku dengan segelas taring … Continue reading
tamu di 401, hotel radisson
1. kukira aku tak perlu tidur sedini ini secarik memo di sudut bantal tak menyampaikan pesan mimpi langit petang justru mengirimkan aroma losari dan nafasmu menguar di sekitarnya : sungguh engkau kembali di sini, abang?
pentas luka
sejarah telah lama dikemas ketika waktu menyelundupkan kesaksian yang luka seekor kelelawar memandangnya dengan termangu dari jendela masa silam di langit-langit, usia mewariskan jubah kelabu panggung menjelma belukar pintalan laba-laba sekelompok kecoak telah selesai mendirikan rumah terakhir
breakfast meeting (3)
dia yang bertungkai ramping masih menyambutku di pintu ruang rapat dengan leretan senyum dan secangkir cappuccino (bukankah kita selalu memulai pagi dengan memintanya menyeduh?) tapi dia menambah kudapan berbeda hari ini: dua keping bara dan tumpukan dokumen transaksi derivatif yang … Continue reading
GA 227, solo – jakarta
GA 227, Solo – Jakarta (1) mungkin ibu lupa pada adonan tart-nya hingga kembang gula krim meluber menyegala arah tapi siapa yang menumpahkan kopi, hingga dapur di balik jendela meruah jelaga?
Posted in Sihir Kata
Tagged GA 227, garuda indonesia, jakarta, kabin, pesawat, puisi, sastra, solo
3 Comments
baca puisi di montreal
BEBERAPA hari menjelang peringatan 17 Agustus, Mas Yo (Yonathan Rahardjo) – penulis novel “Lanang”, mengabari saya via YM! kalau akan ada pembacaan puisi dalam rangka peringatan 17 Agustus. Dia nanya saya ikut apa nggak. Saya jawab, saya udah ditanggap untuk … Continue reading
Posted in Montreal
Tagged 17 agustus, kota wisata, paguyuban montreal, puisi, wiji thukul
9 Comments
sepanjang losari
(Surat untuk Kurnia Effendi) APA kabar, Mas? Lama kita gak saling menyapa. Meski demikian, kurasa, kita gak pernah sungguh-sungguh menjauh. Buktinya, menjelang 30 Juli lalu, aku tetap ingat bahwa ada sebuah hari yang pernah kita beri tanda – yang … Continue reading
Posted in Sihir Kata
Tagged kenangan, kurnia effendi, makassar, paguyuban sastra rabu malam, pantai losari, pasar malam, puisi, sastra reboan
10 Comments
pertahankan merek tetap seksi
oleh : Noerma Komalasari (Dikutip dari Bisnis Indonesia Minggu, 6 Juli 2008) http://web.bisnis.com/sosok/2id1338.html
anak-anaklah yang mengajari kita
(menyambut hari anak nasional, 23 juli) aku tidak berani mengukur jarak antara kita sejak kulihat engkau menelan matahari jiwa yang menggetas dalam gulita memisahkan cuaca dari lingkaran musim
Dongeng Kancil dan Buaya
kita tidak berencana mengekalkan kenangan dengan menjadi kancil dan buaya dalam dongeng si upik karena kancil kini tak lagi cerdik buaya-buaya memangsanya di mall, di kafe, di hotel, di mana saja