-
Archives
- April 2010
- March 2010
- February 2010
- November 2009
- October 2009
- September 2009
- August 2009
- July 2009
- June 2009
- May 2009
- April 2009
- March 2009
- February 2009
- January 2009
- December 2008
- November 2008
- October 2008
- September 2008
- August 2008
- July 2008
- June 2008
- May 2008
- April 2008
- March 2008
- February 2008
- January 2008
- December 2007
-
Meta
Tag Archives: cerpen
gerimis malam
Cerpen Ryana Mustamin BETAPA manis senyummu, Lolo. Betapa pulas tidurmu. Kau sedang bermimpi apa, Adikku?
reruntuhan musim
(Cerita Utama Majalah STORY edisi 2, 25 agustus – 24 september 2009) Cerpen Ryana Mustamin TAK pernah ia dibelit masalah sepelik ini. Rasanya Om Saut – teman papa yang produser itu – pun gak pernah … Continue reading
napak tilas
Cerpen Ryana Mustamin SEPERTI film yang diputar ulang, kejadian itu selalu berulang: suara benturan keras yang memekakkan telinga, teriakan histeris, percik api, pecahan kaca, bau hangus dan amis, derap kaki berlarian, jeritan tangis, rintihan pilu. Semua berlangsung begitu … Continue reading
dongeng buat anil
Pengantar: Ini salah satu cerpen yang saya buat ketika masih remaja. Dimuat di Majalah Anita Cemerlang (tahun 1988-1989?). Saya dedikasikan untuk ‘Anil Hukma’ – seorang sahabat saya yang juga penyair. Isi cerpen tentu saja tidak ada hubungannya dengan kehidupan pribadi … Continue reading
kereta telah tiba dan kini ke mana hendak pergi (lagi)?
(disunting dari Milis “Apresiasi-Sastra@yahoogroups.com”, 6 Agustus 2008, posting Sigit Susanto – Moderator) *Menulis adalah kemalasan yang menyibukan (Goethe).
Cinta Telah Berdebu
Sore ini mestinya milik kita, Sasha Tapi laut menculik mentari dari pelukan Cakrawala memias tanpa rona Camar-camar menjauh, menyisakan sunyi Juga langit yang muram Ujungpandang, September 1988
Posted in Sihir Kata
Tagged cerpen, kurnia effendi, majalah gadis, melukis, pemandangan laut, sanggar teater, ujungpandang
Leave a comment
Bayang-bayang Oeken
INI adalah cover Majalah “Ceria” – sebuah majalah sastra remaja (hanya berisi cerpen dan puisi). Saya temukan secara tidak sengaja dalam file-file lama saya (saya heran mengapa waktu itu kepikiran memotretnya).
Posted in Sihir Kata
Tagged cerpen, january christie, majalah ceria, sutardji calzoum bachri
Leave a comment
Dahaga
AKU lupa sejak kapan persisnya sosok itu rajin datang. Sosok yang begitu akrab, seperti berasal dari masa lalu. Mula-mula, aku mengabaikannya. Karena tidak terlalu mengganggu. Sosok itu hanya kerap bertandang ke kamarku. Berdiri di sudut ruang, mengawasi diam-diam. Namun belakangan, … Continue reading