Category Archives: Spirit of Life

empati

(sebuah catatan lawas yang saya tulis beberapa tahun lalu menandai tanggal terakhir di bulan September)     SEMUA orang mengenal kata sakit. Tapi apakah semua orang pernah merasa sakit dan bisa berempati terhadap rasa sakit? Perasaan itulah yang sulit saya … Continue reading

Posted in Spirit of Life | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

merdeka

(sebuah catatan lepas) LAYAKNYA pena, Agustus menorehkan banyak catatan. Di bulan itu, Hitler membuka era baru sejarah kediktatoran Jerman. Sepuluh tahun sesudahnya, tepatnya Agustus 1944, Anne Frank – gadis kecil Yahudi yang belum genap 12 tahun – ditangkap beserta keluarganya. … Continue reading

Posted in Spirit of Life | Tagged , , , , , , , , , , , | Leave a comment

kado ulang tahun buat ibu

“WAKTU ngelahirin saya, susah gak sih, Mie?” itu pertanyaan favorit yang sering saya lontarkan ke ibu saat leyeh-leyeh di masa kecil dulu. Ibu, yang saya sapa Mamie itu, biasanya lantas bercerita antusias tentang proses kelahiran saya. Tentu, komplet dengan kisah … Continue reading

Posted in Spirit of Life | Tagged , , , | 3 Comments

ternyata bukan yang terakhir (3)

SEBERAPA menyeramkan sebetulnya meja bedah? Sebagian besar orang yang pernah saya jumpai bergidik jika mendengar atau menyinggung tentang ini. Jangankan terbaring di meja bedah – yang sekelilingnya dipenuhi peralatan yang jika diguratkan ke tubuh nyaris semuanya melukai; kak Ani – … Continue reading

Posted in Spirit of Life | Tagged , , , | 8 Comments

ternyata bukan yang terakhir (2)

ADENOMIOSIS UTERUS. Ini kosa kata baru dalam kehidupan saya. Sebelumnya saya akrab dengan kata tumor mammae, endometriosis, dan mioma uteri. Dibandingkan istilah umum kanker jinak, saya lebih ‘menyukai’ terminologi “endometriosis” dan “adenomiosis” yang digunakan langsung dunia kedokteran ini. Selain spesifik … Continue reading

Posted in Spirit of Life | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

ternyata bukan yang terakhir (1)

SEBETULNYA, saya gak pernah berharap akan menuliskan kisah ini. Karena pada catatan sebelumnya, saya sudah berdoa dan berharap, “Cukup, ini yang terakhir!”  (http://www.ryanamustamin.com/2008/03/cukup-ini-yang-terakhir/). Tapi Tuhan ternyata berkehendak lain. Saking cintanya pada saya, Allah kembali menguji saya. Ya, Sabtu 18 April … Continue reading

Posted in Spirit of Life | Tagged , , , | 14 Comments

jumawa

LELAKI itu masuk ketika lift terbuka di lantai 24. “Sore, Pak!” Teman saya menyapa sigap. Ia hanya mengangguk – dingin tanpa senyum. Sementara, teman saya memandangnya dengan mata nyaris putus asa. Ini mesti saat yang sial: tiga tubuh mengarca dalam … Continue reading

Posted in Spirit of Life | Tagged , , , , | 1 Comment

calo

DI MUSIM-musim menjelang pemilu, calo-calo gentayangan. Mereka hadir dengan aneka wajah. Dari yang ramah hingga yang sangar. Dari yang berwajah manis, hingga berwajah sadis. Mula-mula, kami – saya dan suami – bertemu mereka di sebuah restoran fast food di kawasan … Continue reading

Posted in Spirit of Life | Tagged , , | 2 Comments

hari ini

SUDAH lama saya tidak menyaksikan Jakarta dalam suasana ngungun, seperti hari ini. Sepanjang pagi hingga sore, hujan turun. Gedung-gedung jangkung yang biasanya tampak angkuh, kini menggigil. Langit yang biasanya keperakan, berubah pucat kelabu. Sepanjang Sudirman, jalanan memang macet. Tapi dari … Continue reading

Posted in Spirit of Life | Tagged , , , , , , | 4 Comments

apa yang membedakan ramadhan dengan hari biasa?

APA yang membedakan Ramadhan dengan hari biasa? Banyak. Inilah saatnya kita menyaksikan beduk, menara dan kubah masjid berpindah ke dalam mall. Diletakkan di tengah lantai marmer, menjulang tinggi menyentuh langit-langit, dihiasi kertas warna-warni, menjadi ornamen pelengkap butik dan gerai. Setiap … Continue reading

Posted in Spirit of Life | Tagged , , , , | 3 Comments