Category Archives: Sihir Kata

anak-anaklah yang mengajari kita

(menyambut hari anak nasional, 23 juli) aku tidak berani mengukur jarak antara kita sejak kulihat engkau menelan matahari jiwa yang menggetas dalam gulita memisahkan cuaca dari lingkaran musim

Posted in Sihir Kata | Tagged | Leave a comment

Dongeng Kancil dan Buaya

kita tidak berencana mengekalkan kenangan dengan menjadi kancil dan buaya dalam dongeng si upik karena kancil kini tak lagi cerdik buaya-buaya memangsanya di mall, di kafe, di hotel, di mana saja

Posted in Sihir Kata | Tagged | 3 Comments

Cinta Telah Berdebu

Sore ini mestinya milik kita, Sasha Tapi laut menculik mentari dari pelukan Cakrawala memias tanpa rona Camar-camar menjauh, menyisakan sunyi Juga langit yang muram Ujungpandang, September 1988

Posted in Sihir Kata | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Bayang-bayang Oeken

INI adalah cover Majalah “Ceria” – sebuah majalah sastra remaja (hanya berisi cerpen dan puisi). Saya temukan secara tidak sengaja dalam file-file lama saya (saya heran mengapa waktu itu kepikiran memotretnya).  

Posted in Sihir Kata | Tagged , , , | Leave a comment

Rahasia Hati Utari

Happy birthday to you. Happy birthday to you. Happy birthday, happy birthday, happy birthday to you…

Posted in Sihir Kata | Tagged , , , , , | 2 Comments

Puisi Kecil buat Ana

Oleh Asep Sambodja lihatlah pemahat puisi ini dari hari ke hari memungut kata-kata yang berseliweran di sepanjang jalan kehidupan hanya untuk sebuah puisi yang ingin diberikan pada kekasihnya yang entah di mana Depok, Juli 2007 : Puisi ini dibuat khusus … Continue reading

Posted in Sihir Kata | 8 Comments

Ada Bianglala

Oleh Johannes Soegianto (www.blue4gie.com) : ana mustamin ada lelehan bianglala di wajahmu saat angin meniup nakal urai ikal rambutmu kulihat jingga tua warnai senyummu

Posted in Sihir Kata | Leave a comment

Ornamen Musim Salju

MENJELANG musim semi, gurat matahari masih kerap hanya nampak di kaki lazuardi, berselingkuh di antara bongkahan salju yang mulai meleleh. Kukuh telah menyelesaikan bacaannya yang kesekian; A Portrait of the Artist as Young Man. Diletakkannya novel Sheli itu di meja. … Continue reading

Posted in Sihir Kata | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 2 Comments

Dahaga

AKU lupa sejak kapan persisnya sosok itu rajin datang. Sosok yang begitu akrab, seperti berasal dari masa lalu. Mula-mula, aku mengabaikannya. Karena tidak terlalu mengganggu. Sosok itu hanya kerap bertandang ke kamarku. Berdiri di sudut ruang, mengawasi diam-diam. Namun belakangan, … Continue reading

Posted in Sihir Kata | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Sepanjang Braga (2)

Ada tahun-tahun yang mengubah diri menjadi tangga Setiap kali kita melangkah, setiap kali ia tengadah (Sajak “Raka’at”, Kurnia Effendi, 2001)

Posted in Sihir Kata | 4 Comments