-
Archives
- April 2010
- March 2010
- February 2010
- November 2009
- October 2009
- September 2009
- August 2009
- July 2009
- June 2009
- May 2009
- April 2009
- March 2009
- February 2009
- January 2009
- December 2008
- November 2008
- October 2008
- September 2008
- August 2008
- July 2008
- June 2008
- May 2008
- April 2008
- March 2008
- February 2008
- January 2008
- December 2007
-
Meta
Category Archives: Sihir Kata
anak-anaklah yang mengajari kita
(menyambut hari anak nasional, 23 juli) aku tidak berani mengukur jarak antara kita sejak kulihat engkau menelan matahari jiwa yang menggetas dalam gulita memisahkan cuaca dari lingkaran musim
Dongeng Kancil dan Buaya
kita tidak berencana mengekalkan kenangan dengan menjadi kancil dan buaya dalam dongeng si upik karena kancil kini tak lagi cerdik buaya-buaya memangsanya di mall, di kafe, di hotel, di mana saja
Cinta Telah Berdebu
Sore ini mestinya milik kita, Sasha Tapi laut menculik mentari dari pelukan Cakrawala memias tanpa rona Camar-camar menjauh, menyisakan sunyi Juga langit yang muram Ujungpandang, September 1988
Posted in Sihir Kata
Tagged cerpen, kurnia effendi, majalah gadis, melukis, pemandangan laut, sanggar teater, ujungpandang
Leave a comment
Bayang-bayang Oeken
INI adalah cover Majalah “Ceria” – sebuah majalah sastra remaja (hanya berisi cerpen dan puisi). Saya temukan secara tidak sengaja dalam file-file lama saya (saya heran mengapa waktu itu kepikiran memotretnya).
Posted in Sihir Kata
Tagged cerpen, january christie, majalah ceria, sutardji calzoum bachri
Leave a comment
Puisi Kecil buat Ana
Oleh Asep Sambodja lihatlah pemahat puisi ini dari hari ke hari memungut kata-kata yang berseliweran di sepanjang jalan kehidupan hanya untuk sebuah puisi yang ingin diberikan pada kekasihnya yang entah di mana Depok, Juli 2007 : Puisi ini dibuat khusus … Continue reading
Posted in Sihir Kata
8 Comments
Ada Bianglala
Oleh Johannes Soegianto (www.blue4gie.com) : ana mustamin ada lelehan bianglala di wajahmu saat angin meniup nakal urai ikal rambutmu kulihat jingga tua warnai senyummu
Posted in Sihir Kata
Leave a comment
Dahaga
AKU lupa sejak kapan persisnya sosok itu rajin datang. Sosok yang begitu akrab, seperti berasal dari masa lalu. Mula-mula, aku mengabaikannya. Karena tidak terlalu mengganggu. Sosok itu hanya kerap bertandang ke kamarku. Berdiri di sudut ruang, mengawasi diam-diam. Namun belakangan, … Continue reading
Sepanjang Braga (2)
Ada tahun-tahun yang mengubah diri menjadi tangga Setiap kali kita melangkah, setiap kali ia tengadah (Sajak “Raka’at”, Kurnia Effendi, 2001)
Posted in Sihir Kata
4 Comments