-
Archives
- April 2010
- March 2010
- February 2010
- November 2009
- October 2009
- September 2009
- August 2009
- July 2009
- June 2009
- May 2009
- April 2009
- March 2009
- February 2009
- January 2009
- December 2008
- November 2008
- October 2008
- September 2008
- August 2008
- July 2008
- June 2008
- May 2008
- April 2008
- March 2008
- February 2008
- January 2008
- December 2007
-
Meta
Category Archives: Sihir Kata
tamu di 401, hotel radisson
1. kukira aku tak perlu tidur sedini ini secarik memo di sudut bantal tak menyampaikan pesan mimpi langit petang justru mengirimkan aroma losari dan nafasmu menguar di sekitarnya : sungguh engkau kembali di sini, abang?
pentas luka
sejarah telah lama dikemas ketika waktu menyelundupkan kesaksian yang luka seekor kelelawar memandangnya dengan termangu dari jendela masa silam di langit-langit, usia mewariskan jubah kelabu panggung menjelma belukar pintalan laba-laba sekelompok kecoak telah selesai mendirikan rumah terakhir
breakfast meeting (3)
dia yang bertungkai ramping masih menyambutku di pintu ruang rapat dengan leretan senyum dan secangkir cappuccino (bukankah kita selalu memulai pagi dengan memintanya menyeduh?) tapi dia menambah kudapan berbeda hari ini: dua keping bara dan tumpukan dokumen transaksi derivatif yang … Continue reading
breakfast meeting
BREAKFAST MEETING (1) sarapan kita masih itu juga deposito yang return-nya negatif obligasi triple A yang terus didiskon ORI dengan yield yang tipis
Posted in Sihir Kata
Tagged contigency plan, deposito, dior, maple, oak, obligasi, ORI, palacio de carlos, prada, saham, summer, winter, YSL
Leave a comment
GA 227, solo – jakarta
GA 227, Solo – Jakarta (1) mungkin ibu lupa pada adonan tart-nya hingga kembang gula krim meluber menyegala arah tapi siapa yang menumpahkan kopi, hingga dapur di balik jendela meruah jelaga?
Posted in Sihir Kata
Tagged GA 227, garuda indonesia, jakarta, kabin, pesawat, puisi, sastra, solo
3 Comments
dongeng buat anil
Pengantar: Ini salah satu cerpen yang saya buat ketika masih remaja. Dimuat di Majalah Anita Cemerlang (tahun 1988-1989?). Saya dedikasikan untuk ‘Anil Hukma’ – seorang sahabat saya yang juga penyair. Isi cerpen tentu saja tidak ada hubungannya dengan kehidupan pribadi … Continue reading
kronik pasar (kepada pecinta buku)
DEAR, Saya mau berbagi cerita. Jangan bilang ini cerita basi, ya. Wong saya memang bukan wartawan yang harus melaporkan berita terkini, teraktual. Saya ingin berkisah tentang dua buku yang belum lama ini diluncurkan di pasar. Buku pertama, judulnya “Lanang”, ditulis … Continue reading
Posted in Sihir Kata
Tagged adiwarman karim, andrias harefa, ayu utami, bentara budaya, best seller, chicken soup, dewan kesenian jakarta, gramedia, ira maya sopha, jalaluddin rakhmat, komunitas utan kayu, lanang, miranty abidin, motivator, novel, prasetya brata, provokasi, psikologi komunikasi, renald khasali, saman, sastra, the self fulfilling prophecy, tim, yonathan rahardjo
11 Comments
sepanjang losari
(Surat untuk Kurnia Effendi) APA kabar, Mas? Lama kita gak saling menyapa. Meski demikian, kurasa, kita gak pernah sungguh-sungguh menjauh. Buktinya, menjelang 30 Juli lalu, aku tetap ingat bahwa ada sebuah hari yang pernah kita beri tanda – yang … Continue reading
Posted in Sihir Kata
Tagged kenangan, kurnia effendi, makassar, paguyuban sastra rabu malam, pantai losari, pasar malam, puisi, sastra reboan
10 Comments
kereta telah tiba dan kini ke mana hendak pergi (lagi)?
(disunting dari Milis “Apresiasi-Sastra@yahoogroups.com”, 6 Agustus 2008, posting Sigit Susanto – Moderator) *Menulis adalah kemalasan yang menyibukan (Goethe).
empat juli
almanak gugur lagi mendekat batas hidup-mati almanak kuncup lagi hitungan bertambah atau berkurang? (ulang tahun saya, 2008)