Category Archives: Sihir Kata

Senja Terakhir

Cerpen Ryana Mustamin Bandara Cengkareng – Jakarta, 22 tahun silam… Pagi masih serupa pusara waktu. Kedap, dingin, dan ngelangut. Hanya sedikit denyut di depan ruang tunggu keberangkatan: beberapa orang portir yang belum sepenuhnya menghimpun semangat, seorang backpacker yang lelap di … Continue reading

Posted in Sihir Kata | Tagged , , , , , | 6 Comments

opera musim dingin (bag 4 – tamat)

(Novelet Remaja) – Oleh Ryana Mustamin Dan pagi tadi, Zaza masih menangis di kamar mandi. Seumur hidup ia tidak pernah merasakan hatinya serawan ini. Seperti diiris-iris. Di bath tup, ia membiarkan shower terus memuncratkan air, membasuh wajahnya. Meluruhkan bulir-bulir air … Continue reading

Posted in Sihir Kata | Tagged , , , | 1 Comment

opera musim dingin (bag 3)

(Novelet Remaja) – Oleh Ryana Mustamin Dengan perasaan rawan ia terus menekuri dan menuruni anak tangga. Melalui jendela kaca ia menyaksikan halaman The Peak Galleria sudah mulai sepi. Hanya ada beberapa orang yang masih membunuh waktu dengan duduk di bangku-bangku … Continue reading

Posted in Sihir Kata | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

opera musim dingin (bag 2)

(Novelet Remaja) – Oleh Ryana Mustamin Kendati demikian, diam-diam ada penyesalan bersemayam di dada Zaza. Toh, semalam Lala sebetulnya sudah menawarkan jasa agar si Kriwil itu mengantarnya saat dia mengutarakan niat akan berkunjung ke The Peak. Ya, kalau saja ia … Continue reading

Posted in Sihir Kata | Tagged , , | Leave a comment

opera musim dingin (bag 1)

(Novelet Remaja) – Oleh Ryana Mustamin “WHO is there?” Zaza berteriak tertahan. Tak ada jawaban. Kecuali sisa gema teriakannya yang mendengung. Tak terlalu panjang, namun serupa lolongan, yang kemudian berujung dalam bisu pada detik ke sekian.

Posted in Sihir Kata | Tagged , , , , , , , , , , , | Leave a comment

gerimis malam

Cerpen Ryana Mustamin       BETAPA manis senyummu, Lolo. Betapa pulas tidurmu. Kau sedang bermimpi apa, Adikku?

Posted in Sihir Kata | Tagged , , , | 5 Comments

catatan bulu angsa

:/ana mustamin tulislah catatan baru agar ku lepas rinduku padamu lingkarkanlah kalammu bagi setiap lentik bulu mataku aku selalu rindu seperti juga kau tulis di nafasmu yang memburu ke palung jauh sesekali memutarlah kala kau cium aku dengan segelas taring … Continue reading

Posted in Sihir Kata | Tagged , | 1 Comment

reruntuhan musim

(Cerita Utama Majalah STORY edisi 2, 25 agustus – 24 september 2009)          Cerpen Ryana Mustamin   TAK pernah ia dibelit masalah sepelik ini. Rasanya Om Saut – teman papa yang produser itu – pun gak pernah … Continue reading

Posted in Sihir Kata | Tagged , | 2 Comments

mengenang 13 tahun “seribu puisi”

KURNIA EFFENDI – atau yang biasa saya sapa Mas Didi, seorang sahabat yang istimewa buat saya. Bukan sekadar karena persahabatan kami yang begitu awet – hampir 3 dekade. Tapi karena di tahun-tahun persahabatan yang demikian panjang itu, ada karya ‘monumental’ … Continue reading

Posted in Sihir Kata | Tagged , , , , , , , | 1 Comment

napak tilas

Cerpen Ryana Mustamin     SEPERTI film yang diputar ulang, kejadian itu selalu berulang: suara benturan keras yang memekakkan telinga, teriakan histeris, percik api, pecahan kaca, bau hangus dan amis, derap kaki berlarian, jeritan tangis, rintihan pilu. Semua berlangsung begitu … Continue reading

Posted in Sihir Kata | Tagged , , , | Leave a comment