-
Archives
- April 2010
- March 2010
- February 2010
- November 2009
- October 2009
- September 2009
- August 2009
- July 2009
- June 2009
- May 2009
- April 2009
- March 2009
- February 2009
- January 2009
- December 2008
- November 2008
- October 2008
- September 2008
- August 2008
- July 2008
- June 2008
- May 2008
- April 2008
- March 2008
- February 2008
- January 2008
- December 2007
-
Meta
Category Archives: Sihir Kata
Senja Terakhir
Cerpen Ryana Mustamin Bandara Cengkareng – Jakarta, 22 tahun silam… Pagi masih serupa pusara waktu. Kedap, dingin, dan ngelangut. Hanya sedikit denyut di depan ruang tunggu keberangkatan: beberapa orang portir yang belum sepenuhnya menghimpun semangat, seorang backpacker yang lelap di … Continue reading
opera musim dingin (bag 4 – tamat)
(Novelet Remaja) – Oleh Ryana Mustamin Dan pagi tadi, Zaza masih menangis di kamar mandi. Seumur hidup ia tidak pernah merasakan hatinya serawan ini. Seperti diiris-iris. Di bath tup, ia membiarkan shower terus memuncratkan air, membasuh wajahnya. Meluruhkan bulir-bulir air … Continue reading
opera musim dingin (bag 3)
(Novelet Remaja) – Oleh Ryana Mustamin Dengan perasaan rawan ia terus menekuri dan menuruni anak tangga. Melalui jendela kaca ia menyaksikan halaman The Peak Galleria sudah mulai sepi. Hanya ada beberapa orang yang masih membunuh waktu dengan duduk di bangku-bangku … Continue reading
Posted in Sihir Kata
Tagged andy lau, beauty and the beast, bruce lee, chater garden, cinderella, donald duck, hong kong disneyland, hung hom, jet li, KCR, kowloon tong, majalah story, mickey, mong kok, MTR, octopus smart card, sha tin, shenzhen, snow white, sunny bay, tai wai, the avenue of stars, the madame tussauds, the peak galleria, tsim sha tsui, Tsing Yi, tung chung, valentine's day, victoria harbour
Leave a comment
opera musim dingin (bag 2)
(Novelet Remaja) – Oleh Ryana Mustamin Kendati demikian, diam-diam ada penyesalan bersemayam di dada Zaza. Toh, semalam Lala sebetulnya sudah menawarkan jasa agar si Kriwil itu mengantarnya saat dia mengutarakan niat akan berkunjung ke The Peak. Ya, kalau saja ia … Continue reading
opera musim dingin (bag 1)
(Novelet Remaja) – Oleh Ryana Mustamin “WHO is there?” Zaza berteriak tertahan. Tak ada jawaban. Kecuali sisa gema teriakannya yang mendengung. Tak terlalu panjang, namun serupa lolongan, yang kemudian berujung dalam bisu pada detik ke sekian.
gerimis malam
Cerpen Ryana Mustamin BETAPA manis senyummu, Lolo. Betapa pulas tidurmu. Kau sedang bermimpi apa, Adikku?
catatan bulu angsa
:/ana mustamin tulislah catatan baru agar ku lepas rinduku padamu lingkarkanlah kalammu bagi setiap lentik bulu mataku aku selalu rindu seperti juga kau tulis di nafasmu yang memburu ke palung jauh sesekali memutarlah kala kau cium aku dengan segelas taring … Continue reading
reruntuhan musim
(Cerita Utama Majalah STORY edisi 2, 25 agustus – 24 september 2009) Cerpen Ryana Mustamin TAK pernah ia dibelit masalah sepelik ini. Rasanya Om Saut – teman papa yang produser itu – pun gak pernah … Continue reading
mengenang 13 tahun “seribu puisi”
KURNIA EFFENDI – atau yang biasa saya sapa Mas Didi, seorang sahabat yang istimewa buat saya. Bukan sekadar karena persahabatan kami yang begitu awet – hampir 3 dekade. Tapi karena di tahun-tahun persahabatan yang demikian panjang itu, ada karya ‘monumental’ … Continue reading
Posted in Sihir Kata
Tagged 1000 puisi, datumuseng, kurnia effendi, pantai losari, pratama permai, sepanjang braga, somba opu, wisma tiatira
1 Comment
napak tilas
Cerpen Ryana Mustamin SEPERTI film yang diputar ulang, kejadian itu selalu berulang: suara benturan keras yang memekakkan telinga, teriakan histeris, percik api, pecahan kaca, bau hangus dan amis, derap kaki berlarian, jeritan tangis, rintihan pilu. Semua berlangsung begitu … Continue reading