pentas luka

sejarah telah lama dikemas ketika waktu menyelundupkan kesaksian yang luka
seekor kelelawar memandangnya dengan termangu dari jendela masa silam
di langit-langit, usia mewariskan jubah kelabu
panggung menjelma belukar pintalan laba-laba
sekelompok kecoak telah selesai mendirikan rumah terakhir

di sinilah potongan rindu itu kau letakkan
di bawah debu berlapis-lapis dan jejak yang demikian halus
aku terkesima memergoki serpihan perasaanyang masih hangat meleleh
serasa lampu-lampu dinyalakan kembali
dan orang-orang terkesima menyimak tubuhmu meliuk hening di pentas
sementara di luar pintu, aku tebiar di antara lalu lalang penonton

dan kini aku terjaga, namun kesaksian telah habis dicabik ngengat
darah menetes dari sudut mata kita
langit menyimpan peluh, bulan memendam nanah
di panggung, tirai telah diturunkan kembali
aku meloncat, dan memulai menisiki episode yang koyak
melengkapi hitungan luka

meski di agenda, sejarah kita telah pupus
benar-benar pupus
1997

This entry was posted in Sihir Kata and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>