Monthly Archives: March 2009

tamu di 401, hotel radisson

1. kukira aku tak perlu tidur sedini ini secarik memo di sudut bantal tak menyampaikan pesan mimpi langit petang justru mengirimkan aroma losari dan nafasmu menguar di sekitarnya : sungguh engkau kembali di sini, abang?

Posted in Sihir Kata | Tagged , , | 1 Comment

pentas luka

sejarah telah lama dikemas ketika waktu menyelundupkan kesaksian yang luka seekor kelelawar memandangnya dengan termangu dari jendela masa silam di langit-langit, usia mewariskan jubah kelabu panggung menjelma belukar pintalan laba-laba sekelompok kecoak telah selesai mendirikan rumah terakhir

Posted in Sihir Kata | Tagged , | Leave a comment

klaim kok susah? (1)

PADA sebuah sharing session di kelas di mana saya memberi kuliah, saya pernah melempar tanya: apa yang Anda ingat jika mendengar asuransi? Dan dengan sigap, seorang mahasiswa menjawab, “Klaimnya susah!” Miris? Pasti. Sebagai pelaku industri asuransi, jawaban ini mengingatkan, perjuangan … Continue reading

Posted in Nine to Six | Tagged , , , | 1 Comment

breakfast meeting (3)

dia yang bertungkai ramping masih menyambutku di pintu ruang rapat dengan leretan senyum dan secangkir cappuccino (bukankah kita selalu memulai pagi dengan memintanya menyeduh?) tapi dia menambah kudapan berbeda hari ini: dua keping bara dan tumpukan dokumen transaksi derivatif yang … Continue reading

Posted in Sihir Kata | Tagged , | Leave a comment