anak-anaklah yang mengajari kita

(menyambut hari anak nasional, 23 juli)


aku tidak berani mengukur jarak antara kita
sejak kulihat engkau menelan matahari
jiwa yang menggetas dalam gulita
memisahkan cuaca dari lingkaran musim

anginlah yang memporandakan beranda, katamu
padahal engkau yang menumpahkan minyak
dan membiarkan nyala berkejaran ke wuwungan
hingga terbakar semua pigura

 

andai kau kobarkan seluruh jagad raya
dan membenamkannya dalam jelaga
tak sanggup kau tahan terabas cahaya
karena anak-anak tetap menggambar pelangi
meski dalam mimpi mereka yang mengkerut

lihatlah, mereka mencelup matahari dalam embun
2001

This entry was posted in Sihir Kata and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>