SELASA, 8 Juli kemaren, saya kembali masuk ke sebuah studio radio. Kali ini saya jadi narasumber di acara “Iptek Voice” RRI Programa 2, 105 FM. Acara hanya berlangsung setengah jam, dari 08.30-09.00, disiarkan dari studio mini RRI yang ada di Lt.8 gedung BPPT, Jl. MH Thamrin, Jakarta.
Kok “Iptek Voice”? Apa hubungannya dengan saya? Ya, adalah. Saya dan Ibu Neni Sintawardhani, Kepala Biro Kerjasama dan Lembaga Pemasyarakatan Iptek LIPI berbincang bersama terkait dengan penyelenggaraan “Pemilihan Peneliti Remaja Indonesia (PPRI) 2008″ dan “Lomba Kreativitas Ilmiah Guru (LKIG) 2008″. Kebetulan, kedua acara ini merupakan kerjasama antara LIPI dan perusahaan saya – menjadi bagian dari program CSR (Corporate Social Responsibility) Bumiputera. Bahkan proses final PPRI dan LKIG berlangsung di Hotel Bumi Wiyata Depok – hotel (sekaligus pusdiklat) milik Bumiputera.
Isi perbincangan sendiri, bisa dibaca di situs http://www.ristek.go.id/index.php?mod=News&conf=v&id=2850. Tapi sebetulnya, yang tercantum di web ini tidak mencakup semua yang kami omongkan. Untuk lengkapnya, saya akan posting hasil rekaman secara terpisah – jadi bisa langsung didengar.
Talkshow ini hanya setengah jam. Meski singkat, tapi lumayanlah ya buat ngobatin kangen. Tapi kini saya sudah bisa menetralisir rasa ‘asing’. Sudah ‘sadar’ sepenuhnya, bahwa saya dalam posisi “diwawancarai”. Bukan “mewawancarai”. Hitung-hitung, saya udah hamper 18 tahun lho ninggalin dunia broadcasting. Jadi ya, emang seharusnya udah dari dulu ‘sadar-sadar’nya. Hehe …
Ok, terima kasih buat Pak Syahrial Annas, Mas Ari Suparyadi, Mbak Lita, dan semua kru “Iptek Voice”, yang sudah memberi kesempatan untuk cuap-cuap di programa 2. Lain kali, saya datang lagi ya… ***