LEMBAGA Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bekerjasama dengan Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912 kembali menggelar Pemilihan Peneliti Remaja Indonesia (PPRI) dan Lomba Kreativitas Ilmiah Guru (LKIG) 2008. Kegiatan yang merupakan program tahunan dalam bentuk kompetisi antar peneliti tingkat mahasiswa dan guru ini merupakan penyelenggaraan ke-7 (PPRI) dan ke-14 (LKIG).
Kepala Biro Kerjasama dan Pemasyarakatan Iptek LIPI, Neni Sintawardani, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk melaksanakan tugas dan fungsi LIPI dalam pembinaan perkembangan Iptek dan peningkatan kesadaran ilmiah masyarakat. Melalui PPRI dan LKIG, diharapkan kemampuan dan partisipasi remaja dan guru, dapat terus ditingkatkan guna mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, berikut penguasaan dan pemanfaatannya.
Keterlibatan Bumiputera sendiri, sebagaimana disampaikan Kepala Departemen Komunikasi Perusahaan Bumiputera, Ana Mustamin, dimaksudkan sebagai salah satu bentuk kepedulian perusahaan asuransi nasional ini terhadap upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya generasi muda. “Melalui kegiatan ini kami ingin menggugah kesadaran para remaja untuk kembali ‘demam’ pada hal-hal berbau ilmiah,” demikian Ana. Ia mengaku cukup miris menyaksikan para remaja yang seolah terbius dengan kompetisi dan budaya instan yang saat ini banyak bertaburan di televisi. “Remaja kita hidup dalam mimpi,” katanya. “Padahal, kalau kita melihat, sebuah negara maju atau tidak, sangat ditentukan seberapa inovatif mereka. Dan inovasi ini sangat terkait dengan kualitas dan kuantitas penyelenggaran penelitian.” Dalam kaitan dengan guru, Bumiputera mempunyai ikatan batin yang sangat erat, karena awal berdirinya Bumiputera dimotori oleh 3 (tiga) guru dari Magelang.
Secara terpisah, Wakil Kepala LIPI, Lukman Hakim menyatakan bahwa untuk bisa membenahi bangsa kita di kemudian hari, dibutuhkan para peneliti muda yang kreatif. Menurunnya ketersediaan sumber daya alam tidak lagi sebanding dengan peningkatan populasi penduduk Indonesia. Di sinilah kreativitas seseorang sangat berperan dalam upaya mengangkat kesejahteraan rakyat. “Karena itu, usaha meningkatkan kemampuan untuk menguasai, mengembangkan, dan memanfaatkan iptek, merupakan proses yang memerlukan dukungan semua pihak,” jelasnya.
Hadiah Puluhan Juta
Dalam penyelenggaraan lomba tahun ini, PPRI dibagi dalam 3 (tiga) kategori, yakni bidang IPSK (Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan), IPA (Ilmu Pengetahuan Alam), dan IPT (Ilmu Pengetahuan Teknik). Sementara LKIG terdiri atas 2 (dua) kategori, yakni IPSK (Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan), serta MIPATEK (Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, dan Teknologi).
Untuk mengikuti PPRI, peserta remaja yang diharapkan adalah mereka yang masih berstatus mahasiswa (belum lulus S1) dengan usia maksimal 24 tahun pada 1 Juli 2008. Sementara untuk LKIG terbuka untuk semua guru di Indonesia, dari jenjang sekolah dasar hingga menengah atas, negeri maupun swasta.
Hasil penelitian dan atau inovasi dari mahasiswa dan guru dituangkan dalam bentuk karya tulis ilmiah. Karya ini yang diterima Panitia akan diseleksi oleh tim juri dari LIPI dan perguruan tinggi. Sejumlah peneliti remaja dan guru yang karyanya dianggap menarik dan memenuhi persyaratan, ditetapkan sebagai finalis. Mereka akan diundang ke Jakarta untuk mempresentasikan dan mempertanggungjawabkan karyanya di depan juri. Dari puluhan finalis, dipilih pemenang 1, 2, 3 dan pemenang harapan.
Sebagai apresiasi kepada pemenang, LIPI dan Bumiputera menyediakan total hadiah uang tunai sebesar Rp. 90 juta rupiah kepada pemenang PPRI dan Rp. 100 juta rupiah untuk pemenang LKIG. Hadiah lainnya berupa piagam, piala dan polis asuransi jiwa kepada masing-masing pemenang.
Penjelasan lebih lengkap tentang kompetisi ini dapat diunduh melalui website LIPI (www.lipi.go.id) dan website Bumiputera (www.bumiputera.com). ***
(dari berbagai media)
Oh, sekarang sponsornya AJB Bumiputera 1912 ya … dan namanya berubah ya, dulu kan LKIR (Lomba Karya ilmiah Remaja) … wah, selamat deh utk AJB Bumiputera 1912 .. btw, saya “alumni” LKIR LIPI tahun 1988 (20 tahun yg lalu) …
Pak Riri, namanya gak berubah. LKIR masih ada. PPRI berbeda dengan LKIR. Kalau PPRI ditujukan untuk mahasiswa, sementara LKIR untuk siswa SMA/sederajat.
Alumni LKIR? Wah, saya fans berat para alumni LKIR dan sejenisnya. Hahaha ….
wah, saya baru tahu sekarang, berarti sudah terlambat ya. kapan ada lagi? saya berminat ikut.