INI adalah cover Majalah “Ceria” – sebuah majalah sastra remaja (hanya berisi cerpen dan puisi). Saya temukan secara tidak sengaja dalam file-file lama saya (saya heran mengapa waktu itu kepikiran memotretnya).
Saya lupa kapan persisnya majalah ini terbit. Tapi saya perkirakan, sekitar awal tahun 1990-an. Redakturnya antara lain, presiden penyair Indonesia: Sutardji Calzoum Bachri.
Sayang, saya tidak lagi menyimpan file tulisan saya yang dimuat di majalah ini. Padahal, dipilih sebagai cerita utama. Judulnya, “Bayang-bayang Oeken”. Ini adalah cerpen pesanan. Saya menuliskannya setelah menerima surat permintaan dari ‘calon’ redaksi. Saya sebut ‘calon’, karena ketika surat itu tiba di tangan saya (termasuk ketika menerima pemberitahuan bahwa cerpen “Bayang-bayang Oeken” akan dimuat di edisi 3), edisi perdana Majalah Ceria belum beredar.
Saya sudah tidak ingat persis alur cerita “Bayang-bayang Oeken”. Saya hanya ingat, bahwa nama “Oeken” saya pungut dari nama panggilan “January Christie” – salah seorang penyanyi jazz asal Bandung yang saya gandrungi dan kondang di akhir tahun 1980-an menjelang 90-an.
Saya ingin membaca ulang cerpen ini. Tapi rasanya gak mungkin. Era itu belum ada internet, jadi sulit dilacak. Mungkinkah ada seseorang yang menyimpan fisik majalahnya?***