mengintip pusat pentadbiran malaysia

SUDAH sering saya berkunjung ke Malaysia. Tapi kunjungan pada akhir Februari 2010 lalu, adalah lawatan perdana saya ke Putrajaya. Kota ini relatif masih belia. Konstruksi awalnya baru dipancang pada Agustus 1995, dan baru akan rampung pada 2015.

Continue reading

Posted in Jendela | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Senja Terakhir

Cerpen Ryana Mustamin

Bandara Cengkareng – Jakarta, 22 tahun silam…

Pagi masih serupa pusara waktu. Kedap, dingin, dan ngelangut. Hanya sedikit denyut di depan ruang tunggu keberangkatan: beberapa orang portir yang belum sepenuhnya menghimpun semangat, seorang backpacker yang lelap di bangku panjang, dan sejumlah mobil yang gigil dilindas gerimis.

Continue reading

Posted in Sihir Kata | Tagged , , , , , | 6 Comments

belanja online? aaarrrggghhhh…

KALI ini saya ingin menulis yang ringan-ringan. Tentang pengalaman berbelanja di sebuah butik online (di fesbuk). Tertarik dengan promosi yang gencar – ia bisa sampai 5 kali posting untuk berpromosi dalam sehari, plus model yang simple dan harga murah, saya iseng-iseng ngorder. Lumayan buat dipake’ sehari-hari di rumah. Dalam benak saya, kalau pun barangnya gak berkualitas, ya sudah, bajunya dipake’ buat tidur aja (sebanding dengan harga ‘kan?).5 Maret 2010

Inilah percakapan saya dengan pihak butik melalui “inbox” fesbuk.

 

Saya:
mbak yang punya butik, masih ada stock utk 165 A (kuning) dan B (pink), gak? kalau ada, saya pesan dong. ukuran M. kemana harus ditransfer dananya? alamat saya (saya sertakan alamat). tks dan salam.

Butik:
warna pink da ga ada mba tgl kgn. n abu aja. klo oke trfr ttl 107.500 + ongkir ke BCA (dia menuliskan no rekening). telp aku 0858 147 xx xxx. kbr2in aja ya mba. tengkiyu

Saya:
ok. boleh. kuning ama abu. ntar aku sms, kalo udah transfer. thx ya…

8 Maret 2010

Saya melakukan transfer ke no rekening yang dituliskan pihak butik. Lalu mengabari transferan tersebut berikut alamat pengiriman melalui sms ke no hp butik tersebut. Saat itu pihak butik mengkonfirmasi kalau dana saya sudah masuk.

12 Maret 2010

Saya:
mbak, order saya sudah dipenuhi belum ya? kok blum nyampe rumah barangnya? tks.

Butik:
mba mhn maaf waktu itu orderannya atas nama? kodenya apa? biar kit kroscrk lg soalnya setau saya ga ada nama mba,.

Saya:
ya ampun, gimana sih, mbak? saya sampai order 2 kali. melalui inbox dan melalui sms. saya juga udah transfer duitnya tgl 8 maret, dari BII ke BCA an. xxx. alamat rumah saya juga 2 kali saya kirim, melalui inbox dan melalui sms. saya yg di kota wisata – cibubur. kayaknya ini order saya yg terakhir deh. amburadul begini adminsitrasinya?

Butik:
oiya itu saya inget mba..nama mba ga msk di inbox soalnya..yg kmrn dah kedelete..brg sdh d krm mba…mmg nya blm sampe,,? klo mo order yg terakhir jg gpp mba..terimaksih

Saya:
masa’ gak masuk ke inbox, wong waktu itu kita balas-balasan kok. niatnya pesan online, biar simpel , kok malah jadi ribet. ok, saya tunggu barangnya. dikirim kapan?

Butik:
mskd aku inboxnya ke delete mba..bukan ga ada..terimakasih

Saya:
barangnya dikirim kapan? brp hari baru nyampe ke cibubur?

Butik:
mba aku lg cr resinya ya..ntar aku inbox lg..aku krm rabu kmrn..biasanya 2-3 hr kerja krn yg reguler service

Butik:
mba ini no resi TIKI 02 008 892 6324 ya..brarti mba ada brg yg kita krm..tlg kbrin mba jika sdh sampe ato blm nya..terimakasih

Saya:
ok. thx.

15 Maret 2010

Butik:
mba maaf apa brgnya sdh sampe..?

Saya:
Udah nyampe. Tp ternyata cuman 1. Gak dibilangin sebelumnya kalo pesanan sy udah habis. Skrg masih bingung milih barang pengganti.

Butik:
itu bagian gdg mba yg krm saya cm terima orderan..jd itu dah ada tggjwb msg2nya..ini aja saya yg ty kan brgnya dah sampe ato blm ke mba..

17 Maret 2010

Saya:
tolong utk pengganti pesanan saya yg sebelumnya, dikirim 181 A (kuning). tks.

Butik:
baik mba aku cek dulu..bsk aku kbrin ya mba..terimakasih

24 Maret 2010

Saya:
sampai hari ini pengganti barang pesanan saya belum nyampe. ngecek dan pengiriman butuh berapa hari?

Butik:
mba mhn maaf saya org pengganti utk jaga hr ini..aku ty dulu sm yg punya ya mba.,.terimakasih

Sampai hari ini, 26 Maret 2010, barang belum saya terima. Dan butik juga tidak memberikan kabar apa-apa.

Butik kayak gini sebaiknya diapain, ya? Gak dipikirin, menganggu. Dipikirin, kok gak sebanding ama energi yang saya keluarkan dengan benefit yang saya terima?***

Tanggapan di facebook:

http://www.facebook.com/ana.mustamin?v=app_2347471856&ref=profile#!/note.php?note_id=404616300008

 

Posted in Montreal | Tagged , , | Leave a comment

sastra untuk siapa?

(sebuah catatan dari diskusi buku kumpulan cerpen ”Tukang Bunga & Burung Gagak”)

MANAKAH yang lebih penting, dunia yang dicerminkan cerpen, atau cerpen sebagai cermin itu sendiri?

Pertanyaan itu dilontarkan Seno Gumira Adjidarma (SGA) yang bertindak sebagai narasumber dalam diskusi buku kumpulan cerpen “Tukang Bunga & Burung Gagak (TBBG)” di Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin, Taman Ismail Marzuki Jakarta, Sabtu 13 Maret 2010.

Sayang, pertanyaan menarik itu hanya menguar di udara. Pengunjung diskusi tampaknya tidak terlalu tertarik menyoal hal itu. Mereka lebih tertarik pada hal-hal yang masih bersifat elementer: bagaimana proses kreatif seorang penulis fiksi, apa yang ingin dicapai penulis melalui karya-karyanya, dan seterusnya. Pertanyaan-pertanyaan normatif, yang tentu saja akan memperoleh jawaban-jawaban yang normatif pula.

Continue reading

Posted in What's On | Tagged , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

opera musim dingin (bag 4 – tamat)

(Novelet Remaja) – Oleh Ryana Mustamin

Dan pagi tadi, Zaza masih menangis di kamar mandi. Seumur hidup ia tidak pernah merasakan hatinya serawan ini. Seperti diiris-iris. Di bath tup, ia membiarkan shower terus memuncratkan air, membasuh wajahnya. Meluruhkan bulir-bulir air matanya. Berkali-kali ia menyusutnya, dan berkali-kali pula ia mengintipnya di cermin. Apakah matanya sembab? Apakah Lala akan curiga?

Continue reading

Posted in Sihir Kata | Tagged , , , | 1 Comment

opera musim dingin (bag 3)

(Novelet Remaja) – Oleh Ryana Mustamin

Dengan perasaan rawan ia terus menekuri dan menuruni anak tangga. Melalui jendela kaca ia menyaksikan halaman The Peak Galleria sudah mulai sepi. Hanya ada beberapa orang yang masih membunuh waktu dengan duduk di bangku-bangku yang tersedia di halaman galeri. Rasanya ia baru saja bertandang di sekitar tempat itu, sebelum mendaki balkon. Memperhatikan gerai yang menawarkan perlengkapan fashion dengan label-label internasional yang sudah kesohor. Membeli oleh-oleh untuk Diby, Wulan dan Jihan, souvenir khas setempat – gantungan kunci dan kaos bergambar kereta, atau membeli cokelat dengan kemasan bertulis The Peak. Juga, masih hangat di benaknya ketika ia menelusuri lebih dari seratus patung lilin para pesohor Hong Kong – dari artis, politisi, kaum jetset, hingga atlet – yang tergabung di The Madame Tussauds, meminta tolong turis lain agar bersedia memotretnya …

Continue reading

Posted in Sihir Kata | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

opera musim dingin (bag 2)

(Novelet Remaja) – Oleh Ryana Mustamin

Kendati demikian, diam-diam ada penyesalan bersemayam di dada Zaza. Toh, semalam Lala sebetulnya sudah menawarkan jasa agar si Kriwil itu mengantarnya saat dia mengutarakan niat akan berkunjung ke The Peak. Ya, kalau saja ia tak menolak ditemani, kalau saja cowok itu ikut bersamanya di sini – berduaan di pucuk Peak Tower di tengah suhu udara yang demikian rendah, apa yang akan terjadi? Mula-mula mereka mungkin hanya akan bercakap, sebatas ngobrol ngalur-ngidul, tapi kemudian … saat giginya gemeretak, tidakkah cowok itu akan tergerak untuk menyodorinya kehangatan – merangkulnya, misalnya?

Continue reading

Posted in Sihir Kata | Tagged , , | Leave a comment

opera musim dingin (bag 1)

(Novelet Remaja) – Oleh Ryana Mustamin

WHO is there?” Zaza berteriak tertahan.

Tak ada jawaban. Kecuali sisa gema teriakannya yang mendengung. Tak terlalu panjang, namun serupa lolongan, yang kemudian berujung dalam bisu pada detik ke sekian.

Continue reading

Posted in Sihir Kata | Tagged , , , , , , , , , , , | Leave a comment

klaim kepada dua pihak?

RAMADHAN telah usai. Musim liburan juga telah selesai. Kini masyarakat kembali menjemput rutinitas. Selain harapan tentang ketaqwaan yang meningkat seusai menjalani puasa sebulan penuh, adakah hal lain yang tersisa? Continue reading

Posted in Nine to Six | Tagged , , , | Leave a comment

gerimis malam

Cerpen Ryana Mustamin

 

 

 

BETAPA manis senyummu, Lolo. Betapa pulas tidurmu. Kau sedang bermimpi apa, Adikku?

Continue reading

Posted in Sihir Kata | Tagged , , , | 5 Comments